Rahasia Mercusuar Alexandria Akhirnya Terungkap Setelah Ribuan Tahun

petadunia.web.id - Mercusuar Alexandria, atau dikenal juga sebagai Pharos of Alexandria, adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang paling legendaris. Dibangun pada abad ke-3 SM di Pulau Pharos, Mesir, bangunan megah ini bukan sekadar penunjuk arah bagi para pelaut, tetapi juga simbol kejayaan peradaban Mesir dan Yunani kuno. Artikel ini akan mengupas kisah luar biasa di balik mercusuar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia selama berabad-abad.


1. Asal Usul yang Penuh Ambisi

Mercusuar Alexandria dibangun pada masa pemerintahan Ptolemaios I dan diselesaikan pada era Ptolemaios II Philadelphus. Tujuan utamanya adalah membantu kapal-kapal yang menuju Pelabuhan Alexandria, kota perdagangan terbesar pada zamannya. Alexandria menjadi pusat intelektual dan ekonomi, sehingga sebuah mercusuar raksasa dianggap perlu untuk menjaga keselamatan kapal serta menegaskan kekuatan kerajaan.


2. Keajaiban Arsitektur yang Mendunia

Bangunan ini diperkirakan memiliki ketinggian antara 100 hingga 137 meter—setara gedung pencakar langit modern!
Struktur mercusuar terdiri dari tiga bagian utama:

  • Bagian bawah berbentuk persegi, kokoh dan lebar.

  • Bagian tengah berbentuk silinder, menaikkan ketinggian bangunan.

  • Bagian atas berupa menara kecil, tempat api besar menyala siang dan malam.

Di puncaknya berdiri sebuah patung, diduga representasi dewa laut Poseidon. Api yang menyala di atasnya diperkuat dengan cermin logam raksasa, memantulkan cahaya hingga puluhan kilometer ke tengah laut.


3. Fungsi Strategis dan Mitologi yang Melingkupinya

Selain menjadi penuntun para pelaut, Mercusuar Alexandria memiliki peran strategis dalam pertahanan. Cahayanya memberi keuntungan taktis bagi kerajaan dalam mengawasi pergerakan kapal asing.
Beberapa legenda bahkan menyebutkan bahwa cermin besar di puncak mercusuar bisa memusatkan sinar matahari untuk membakar kapal musuh dari kejauhan—meski kisah ini masih diperdebatkan oleh para sejarawan.


4. Runtuhnya Sang Raksasa dari Pharos

Tragisnya, keajaiban ini tidak bertahan selamanya. Mercusuar Alexandria mengalami kerusakan berat akibat tiga gempa besar pada tahun 956, 1303, dan 1323 M. Setelah gempa terakhir, bangunan megah ini hampir sepenuhnya runtuh. Pada abad ke-15, sisa-sisanya akhirnya dibongkar untuk membangun Benteng Qaitbay, yang kini berdiri di lokasi yang sama.


5. Warisan Abadi yang Tak Terhapuskan

Walaupun sudah lama hilang, Mercusuar Alexandria tetap menjadi simbol kejayaan arsitektur kuno. Pada akhir abad ke-20, para arkeolog menemukan sisa-sisa struktur mercusuar di dasar laut sekitar pelabuhan Alexandria. Temuan ini membuka kembali rasa kagum dunia terhadap kecanggihan teknik bangunan zaman kuno.

Mercusuar Alexandria tidak sekadar menuntun kapal, tetapi juga menuntun peradaban manusia menuju pemahaman mengenai teknologi, seni, dan ambisi tanpa batas. Meski kini hanya tinggal kenangan, kisahnya akan terus bersinar seperti cahaya yang pernah memantul dari puncaknya.